gilang cowo rt sebelah!?

gilang cowo rt sebelah!?

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 16, 2026
"jadi gini ya!? rasanya deket ama cowo geng motor?"-Nae hai hai , apakabar kalian teman teman! saya sebagai author di sini mengucapkan terima kasih kalian telah mampir di wp saya, heheh, wp ini di ambil dari cerita au di tiktok dan ig @naana_yra12 itu akun saya ya! jangan lupa mampir juga jika ingin membaca 📖 happy reading all ⚠️perhatian!⚠️ wp ini isinya remaja only! tidak ada adegan 18+ 🔞 banyak mengandung kata kasar! (yang risih boleh di skip!) mengandung beberapa bab tentang pertumpahan darah 🩸❗🚫 (risih? skipp) au ini menceritakan tentang kisah remaja sekolah tetep berpikir realistis ya guic! terima kasih, selamat membaca 📖✅
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)
  • Chasing Sanara
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • The Villain Mother
  • The Last Yes!

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines