"Bagaimana kita bisa mengukur kedalaman lautan, jika yang kita lihat hanyalah tepiannya?"
Bagi Kirana Niscala Patwari, laut hanyalah sekumpulan data, angka, dan hipotesis yang harus ia taklukkan demi gelar Oseanografi. Namun, penelitiannya di Desa Pasirbaru justru membenturkannya pada sesuatu yang tak bisa diukur oleh alat tercanggih apa pun: Sagara, seorang nelayan yang napasnya menyatu dengan ombak.
Di saat logika Kirana mulai luluh oleh cara Sagara mencintai alam, semesta merenggut lelaki itu lewat penyakit yang ganjil. Sebuah kejanggalan medis yang sama sekali tak masuk akal di desa pesisir yang masih asri.
Kepergian Sagara ternyata bukanlah akhir, melainkan kunci pembuka kotak pandora. Ada alasan mengapa Sagara selalu menatap tebing Karang Hawu dengan sorot mata terluka. Ada rahasia di balik peta lusuh yang disembunyikan ayah Sagara puluhan tahun silam.
Ketika deru alat berat tiba-tiba datang mengoyak kedamaian Pasirbaru, Kirana dihadapkan pada satu kenyataan mengerikan yakni Sagara tidak dibunuh oleh takdir. Ia dibunuh oleh sesuatu yang lebih besar, lebih serakah, dan tak kasat mata.
Apa yang sebenarnya terkubur di bawah Pasirbaru? Dan mampukah Kirana, seorang ilmuwan yang patah hati, memecahkan teka-teki itu sebelum laut yang ia cintai dihancurkan selamanya?
Tous Droits Réservés