"Tiap kali liat lo nafas di sekolah ini, rasanya gue pengen lo mati aja Jake." Bagi Jake, sekolah bukan tempat untuk belajar, melainkan sebuah neraka yang harus dia lalui setiap hari dalam bungkam. Menjadi anak yatim piatu yang sebatang kara membuat Jake tidak punya pilihan selain menerima setiap pukulan, tendangan, dan siksaan kejam dari Park Sunghoon. Di bawah ancaman Sunghoon, Jay, dan Ni-ki, Jake terpaksa menelan semua rasa sakit itu sendirian. Dia harus tersenyum di depan paman dan bibinya seolah semuanya baik-baik saja. Dia harus menerima kenyataan bahwa Yang Jungwon, sang Ketua OSIS, memilih menutup mata karena gengsi. Bahkan Sunoo, tetangga sebelahnya, terpaksa berpura-pura tidak mengenalnya di sekolah karena ketakutan. Jake hancur dalam keheningan yang memekakkan. Namun, ketika siksaan itu hampir merenggut nyawa Jake, sebuah titik balik memaksa segalanya berubah. Saat penyesalan mulai menggerogoti jiwa sang penindas, apakah maaf masih berlaku bagi monster yang telah menghancurkan hidupnya? Dan sanggupkah keheningan itu berubah menjadi melodi penyembuh bagi luka yang terlanjur membuka? sungjake area
More details