Hasya Juga Anak Kalian [On Going]

Hasya Juga Anak Kalian [On Going]

  • WpView
    Reads 7,879
  • WpVote
    Votes 956
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2026
Di keluarga Azkhara Kesempurnaan punya wajah yang sama. Sazasya Azkhara-Aza-lahir lebih dulu beberapa menit, cukup untuk membuatnya menjadi "yang pertama", "yang utama", dan "yang dibanggakan". Kuat, cerdas, nyaris tanpa cela, Aza adalah jawaban dari setiap harapan yang pernah diucapkan keluarga itu. Namun di balik cermin yang sama, ada Sahasya Azkhara-Hasya. Wajahnya identik. Suaranya serupa. Tapi takdir memperlakukannya berbeda. Tubuhnya lemah, langkahnya tertinggal, dan keberadaannya perlahan memudar di tengah bayang-bayang saudara kembarnya sendiri. Bukan karena ia tidak dicintai... melainkan karena ia tak pernah cukup untuk dibandingkan. Tak ada kata-kata kasar. Tak ada penolakan terang-terangan. Hanya jarak. Jarak yang terlalu nyata untuk diabaikan. Sejauh langit dan tanah. Di saat Aza terus melangkah sebagai kebanggaan keluarga, Hasya hanya memiliki satu keinginan sederhana-yang terasa begitu mustahil. Diakui sebagai bagian, dipeluk tanpa ragu, dan dicintai tanpa syarat. Namun, bagaimana jika suatu hari, perbedaan yang selama ini memisahkan mereka... justru menjadi alasan segalanya runtuh? Dua saudara. Satu wajah. Dan sebuah luka yang tak pernah benar-benar terlihat. Karena terkadang, yang paling menyakitkan bukanlah dibenci-melainkan diabaikan. Publish : 26 Maret 2026 The End :
All Rights Reserved
#9
sad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ruang Sisa
  • Story Of Ansel
  • Lentera yang Padam di sudut Rumah
  • Monokrom
  • Anak Tengah yang Terlupakan
  • Way Back Home? [ END ]
  • Bittersweet
  • RUMAH UNTUK KAELAN
  • Ibu, Terimakasih Untuk Semuanya.
  • Sejenak Luka

Setelah dikaruniai enam anak laki-laki, sepasang suami istri sudah mulai bermimpi tentang masa depan keenam putranya tanpa harus mendengar tangisan bayi lagi. Rumah terasa hangat, dan rencana mereka sudah cukup matang, tapi sesuatu sering kali datang dengan cara yang tak terduga. Tanpa mereka rencanakan, lahir lagi seorang anak. Jion, ia yang lahir setelah rumah ramai, seorang bayang-bayang yang terlahir tanpa harapan ditengah ruang yang sudah terasa lengkap. Akankah ada ruang sisa di hati keluarga itu untuknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines