We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
DALAM DIAM, KITA DIJAGA || ON GOING

DALAM DIAM, KITA DIJAGA || ON GOING

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 30, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana kalau orang yang kamu tunggu untuk menghalalkan mu... justru bukan kamu yang dipilih untuknya? Atau lebih menyakitkan lagi - kamu dipertemukan kembali, tapi dalam keadaan yang sama sekali tidak kamu harapkan. ~ ~ ~ Mereka dipertemukan di pesantren, tempat di mana cinta belajar untuk tidak tergesa, dan rindu diajarkan untuk bersabar. Tanpa janji yang terucap lantang, keduanya saling menyimpan nama dalam doa, berharap suatu hari dipersatukan dengan cara yang paling indah. Waktu memisahkan. Zafran pergi ke Kairo, membawa harapan untuk kembali dan menepati apa yang pernah ia jaga. Dan ketika akhirnya ia pulang, segalanya terasa begitu dekat. Hingga satu pertemuan keluarga mengubah segalanya. Keluarga itu benar, tapi orang yang diperkenalkan bukan dia. Melainkan kakaknya. Sejak saat itu, cinta yang dulu terasa sederhana berubah menjadi ujian yang tak pernah mereka bayangkan. Di antara restu yang tak searah dan perasaan yang belum selesai, mereka hanya bisa saling menjaga - tanpa suara. Karena terkadang, yang paling kuat bukanlah yang diperjuangkan dengan keras melainkan yang tetap bertahan, meski harus disimpan dalam diam. Dan mungkin, takdir belum benar-benar selesai bercerita. ~ ~ ~ Kalau kalian pikir ini hanya tentang cinta yang sederhana, kalian mungkin akan salah. Karena tidak semua pertemuan berakhir dengan kebersamaan dan tidak semua yang saling mendoakan benar-benar ditakdirkan untuk bersama. Lalu, apakah mereka akan bersatu atau justru belajar untuk melepaskan? Ikuti kisahnya sampai akhir ya - HAPPY READING YAA -
All Rights Reserved
#102
ceritaindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain [END]

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines