Pelan-Pelan, Kita Ada

Pelan-Pelan, Kita Ada

  • WpView
    Reads 181
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 26, 2026
WpInfo
Fanfic
Tidak semua perasaan datang dengan suara keras. Ada yang tumbuh pelan-pelan di antara tatapan singkat, kebetulan yang berulang, dan alasan-alasan kecil untuk kembali ke tempat yang sama. Jayna tidak pernah berniat mencari siapa pun. Ia sibuk dengan rutinitasnya, dengan kopi paginya, dengan kelas yang terus menunggu. Namun entah sejak kapan, ia mulai menunggu pagi dengan cara yang berbeda memperhatikan hal-hal kecil, senyum yang tidak sengaja, atau cara seseorang melihatnya seakan ingin mengerti tanpa kata-kata. Dan meski hatinya sering ragu, ia tetap sadar tidak semua yang terasa dekat akan benar-benar berada di sisinya. Tapi itu tidak membuatnya berhenti berharap. Hanya saja, harapannya kini lembut, diam, dan manusiawi-seperti dirinya sendiri.
All Rights Reserved
#38
ginjay
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The King & The Doctor ✓
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • I Want to Live [END]
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • Second
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • JEEVANA
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Given || Ju Jihoon

Aresh-seorang Dokter dari zaman Modern tiba-tiba terlempar ke sebuah negeri kuno yang masih ketinggalan zaman. Ia siap untuk mengacak-acak kerajaan mereka dengan kejeniusan, dan ilmu pengetahuannya yang sudah modern. Awalnya Aresh memutuskan untuk membantu mereka dengan menjadi pelayan istana, tapi ... ketika ia teringat bahwa dirinya itu cukup di hargai di tempat asalnya, dia berubah pikiran. "Bersumpahlah kau akan menjadi pelayanku yang setia!" -Raja Shaka "Pelayan? Bodoh ... aku juga ingin menjadi seorang raja." -Aresh

More details
WpActionLinkContent Guidelines