A Home That Feels Warm Again

A Home That Feels Warm Again

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 3, 2026
Sebuah rumah yang dulu dipenuhi tawa perlahan berubah menjadi tempat yang sunyi dan dingin, seiring waktu, kesibukan, dan luka yang tak pernah diselesaikan. Hubungan keluarga yang dulu hangat mulai merenggang, meninggalkan jarak di antara mereka yang tinggal di dalamnya. Hingga suatu hari, sebuah momen sederhana mempertemukan mereka kembali-memaksa mereka untuk berhenti sejenak dari dunia luar dan benar-benar saling melihat. Dalam keheningan yang canggung, muncul kenangan lama, penyesalan, dan kata-kata yang selama ini tertahan. Cerita ini menggambarkan bahwa kehangatan rumah bukanlah tentang bangunan atau waktu yang sempurna, melainkan tentang usaha untuk kembali terhubung, saling memahami, dan memaafkan. Perlahan, dari percakapan kecil dan kebersamaan yang sederhana, rumah itu kembali hidup. Karena pada akhirnya, rumah akan selalu menjadi tempat untuk pulang- dan kehangatan bisa ditemukan kembali, jika hati bersedia membuka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MUKTI AGUNG
  • Tsundere Maniak Susu
  • PERIHELION
  • Bodyguard Salah Alur
  • After the Fall
  • The Lost Cael (Selesai)
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • Sialan, Ko Jadi Gini?! [END]
  • Halo Gus!!
  • ENVELOVE

(Manipulatif, redflag) Terjadi penggerebekan di sebuah desa terpencil yang jauh dari kota, para warga desa berbondong-bondong mendatangi sebuah rumah saung yang terletak ditengah hamparan sawah yang ditumbuhi jagung. Laura berusaha menjelaskan, bahwa tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Mukti di rumah saung itu, namun tidak ada satupun yang mempercayai ucapannya, bahkan kedua orang tuanya pun tak percaya. Diam-diam, Mukti tersenyum melihat keputusasaan Laura, mungkin dikampung ini, hanya gadis itu yang tau bagaimana gilanya dia. "Rantai bernyawa ini, bakal susah dilepasin neng." bisik Mukti di telinga Laura.

More details
WpActionLinkContent Guidelines