We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
A Home That Feels Warm Again

A Home That Feels Warm Again

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 14, 2026
WpInfo
Non-Fiction
Tagswp
Sebuah rumah yang dulu dipenuhi tawa perlahan berubah menjadi tempat yang sunyi dan dingin, seiring waktu, kesibukan, dan luka yang tak pernah diselesaikan. Hubungan keluarga yang dulu hangat mulai merenggang, meninggalkan jarak di antara mereka yang tinggal di dalamnya. Hingga suatu hari, sebuah momen sederhana mempertemukan mereka kembali-memaksa mereka untuk berhenti sejenak dari dunia luar dan benar-benar saling melihat. Dalam keheningan yang canggung, muncul kenangan lama, penyesalan, dan kata-kata yang selama ini tertahan. Cerita ini menggambarkan bahwa kehangatan rumah bukanlah tentang bangunan atau waktu yang sempurna, melainkan tentang usaha untuk kembali terhubung, saling memahami, dan memaafkan. Perlahan, dari percakapan kecil dan kebersamaan yang sederhana, rumah itu kembali hidup. Karena pada akhirnya, rumah akan selalu menjadi tempat untuk pulang- dan kehangatan bisa ditemukan kembali, jika hati bersedia membuka.
All Rights Reserved
#427
wp
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Teman Kecilku
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • Abang Toke in Love
  • Autumn's Concerto
  • Transmigrasi Ke Novel ABO? (GXB🔞)
  • PERJODOHAN
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • the protective myhusband
  • Daddy's Little Sunshine
  • Transmigrasi Little Mommy

"Kamu milikku" -Arezvan "Yeayy kita teman!" - Arlley. Arlley, hanya seorang anak penjual kue keliling yang secara tidak sengaja melihat Arezvan, anak dari keluarga yang kaya itu sedang duduk sendiri di ayunan. Pertama kali nya Arlley mengajak Arezvan untuk berteman. Menjadi teman nya. Sejak hari itu. Jam 2 siang di taman Melati, menjadi janji yang tidak akan pernah Arezvan lupakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines