Jeda & Temu

Jeda & Temu

  • WpView
    Reads 647
  • WpVote
    Votes 148
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2026
Bagi Agatha, mencintai Askara adalah sebuah pendakian yang tidak pernah usai. Askara adalah pria yang dingin, namun luluh di tangan Agatha dengan segala kesederhanaannya. Mereka adalah power couple yang menjanjikan masa depan cerah. Namun, cinta remaja tidak pernah sesederhana nilai raport yang sempurna. Ketika ego bertemu dengan keras kepala, sebuah malam berdarah mengubah segalanya. Kepercayaan yang retak mulai dimasuki oleh celah-celah pengkhianatan. Sebuah kesalahpahaman fatal memaksa Askara melepaskan genggamannya dan berpaling pada sosok yang paling tidak disangka Agatha temannya sendiri. Dapatkah benang merah yang sempat terputus itu kembali bertaut? Ataukah Askara benar-benar tersesat di puncak gunung yang berbeda, meninggalkan Agatha sendirian di lembah penyesalan? "Karena terkadang, orang yang paling keras melindungimu adalah orang yang paling keras menghancurkanmu."
All Rights Reserved
#41
fazacitraproduction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • luka yang tak terlihat
  • ex-Boyfriend
  • Satu Rasa Beda Luka
  • Absurd -- NCT Jaehyun ✔✔ (Completed)
  • 𝟗𝟎% 𝐋𝐮𝐤𝐚 [𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • A Series of Destiny [REVISI]
  • GANJIL & GENAP
  • Alpha Owners [LENGKAP]
  • Perfect Destiny
  • {1} Ilunga
  • PACARKU PRESIDEN MAHASISWA
  • 20 Hari Cerita Pendek
  • BRILLIAND
  • Lukisan Aksara
  • Secret Heart
  • JOVIABEL 1916
  • GADIS BERSEPEDA MERAH [NEW]
  • Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)
  • Dear Andromeda
  • Nav's Stories

Cerita ini mengangkat tema tentang luka emosional yang sering terabaikan, perjuangan untuk keluar dari hubungan toxic, dan makna sejati dari penyembuhan. Ia menunjukkan bahwa terkadang luka yang paling dalam bukanlah yang terlihat di permukaan tubuh, melainkan yang bersembunyi di dalam hati dan pikiran-dan hanya dengan menghadapinya secara langsung, seseorang bisa menemukan jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

More details
WpActionLinkContent Guidelines