We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Between Frost and Bloom (When We Met in the Rain)

Between Frost and Bloom (When We Met in the Rain)

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Second Chance
Slow Burn
Happy Ending
Aku bertemu dia di London, di sebuah malam hujan yang seharusnya tidak mengubah apa pun. Tapi dia bukan orang biasa. Joon-hyuk datang untuk menghilang. Dari dunia, dari masa lalu, dari sesuatu yang bahkan tidak ingin ia ceritakan. Aku tidak berniat mengenalnya. Dan dia jelas tidak berniat untuk dekat dengan siapa pun. Tapi di antara hujan yang tak pernah benar-benar berhenti dan musim yang terasa menggantung, kami terus dipertemukan... seolah ada sesuatu yang belum selesai di antara kami. Sampai aku menyadari satu hal. Beberapa orang tidak datang untuk tinggal. Mereka datang untuk mengubahmu. Lalu pergi. Dan saat itu terjadi... sudah terlambat untuk tidak jatuh.
All Rights Reserved
#23
koreanvibes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Círculo del Destino
  • Silent Traces by the Sea
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • Clause of Us
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • ONESHOOT 21+
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines