They All Say I've Met a Ghost

They All Say I've Met a Ghost

  • WpView
    Reads 597
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 23, 2026
Judul: They All Say I've Met a Ghost / They All Say I Encountered a Ghost / 他们都说我遇到了未知生物 / 他们都说我遇到了鬼 Author: Cyan Wings Tahun: 2019 Status: 42 Chapters + 5 Extras (Completed 47 Chapters) Sinopsis: Halo, semuanya! Namaku Shen Jianguo. Aku seorang instruktur sekolah malam yang mengajar perkembangan ideologi dan filsafat Marxis, terkadang menganalisis kebijakan dan langkah-langkah terkini untuk siswa-siswaku. Semua kelasku diadakan di tengah malam; aku tidak pernah bertemu rekan kerja atau siswa-siswaku di siang hari. Ruang kelas lembaga pelatihan semuanya berada di sekolah, rumah sakit, atau tempat tinggal yang terbengkalai. Nomor plat bus yang menjemputku adalah 444; bus itu selalu tiba di rumahku tepat tengah malam dan menghilang pada jam lima pagi. Apa? Kau bilang aku pernah ketemu hantu? Mustahil! Sebagai seorang materialis ilmiah yang teguh, aku sama sekali tidak percaya ada yang namanya hantu! Aku hanya punya satu masalah belakangan ini: apakah lembaga pelatihan tidak bisa mengadakan kelasnya sedikit lebih awal? Tidak bisakah sekitar jam 8 malam? Aku tidak takut surga atau neraka, tapi aku takut botak. Inggris ke Indonesia Sumber: https://met-a-ghost.carrd.co/
All Rights Reserved
#138
exorcism
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Halo, Kanael!
  • Bisakah kamu membujukku?
  • Lysander Lowell De Villiers
  • The Antagonist Hates Socializing [End]
  • Keluarga Penjelajah Waktu Memiliki Menantu laki-laki (3).
  • Trouble Maker
  • Auto Save!
  • ELION (bl)
  • [BL] Nomor Identitas 019
  • Target Si Supir

Kecelakaan tragis sembilan tahun lalu telah merenggut paksa dunia Kanael, hanya menyisakan raga yang tumbuh dengan jiwa yang terperangkap di usia balita. Bertahun-tahun Kanael hidup sebagai bayangan di rumahnya sendiri. Menjadi pelampiasan amarah yang tak berujung, dan dianggap tak lebih berharga dari sekadar beban. Di rumah itu, Kanael belajar bahwa keluarga adalah awal dari rasa sakit. Namun, saat Kanael pikir dunia benar-benar telah berakhir, ia justru menemukan rumah yang sesungguhnya. Tempat di mana Kanael tak perlu lagi meringkuk gemetar di kolong tempat tidur yang dingin dan kotor. Tempat di mana rasa sakitnya tak lagi harus ditanggung dalam diam. Sebab di sana, ada tangan-tangan hangat yang bersedia mendekap kerapuhannya. Kanael menemukan keluarga yang tak akan melepaskan genggamannya, meski dunia terasa terlalu bising. TW: child abuse, family trauma, PTSD/trauma response, family conflict, healing journey. [Start: 27 April 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines