Cerita ini berpusat pada Rome Aseni, putra kedua dari keluarga mafia kuat, dan Mhok, seorang pria misterius yang tiba-tiba dibawa masuk ke dalam keluarga tersebut.
Awalnya, Rome meremehkan Mhok karena penampilannya yang kecil, dingin, dan tampak tidak berbahaya. Namun persepsinya langsung berubah ketika Mhok dengan mudah mengalahkannya dalam hitungan detik. Dari situ, Rome mulai tertarik-bukan hanya karena kemampuan Mhok, tetapi karena ia tidak bisa membaca emosi atau kelemahan pria itu.
Mhok kemudian diterima masuk ke dalam keluarga Aseni setelah membuktikan kemampuannya melalui berbagai ujian. Ia menunjukkan bahwa dirinya sangat terlatih, cepat, efisien, dan hampir tanpa emosi. Hal ini membuatnya sangat berbahaya, tetapi juga misterius.
Seiring waktu, Rome menjadi semakin terobsesi untuk menemukan kelemahan Mhok. Ia terus memancing reaksi, menekan, dan mengganggu Mhok, berharap bisa melihat celah dalam "kesempurnaan" pria itu.
Di sisi lain, Mhok yang awalnya selalu tenang dan terkendali mulai menunjukkan perubahan kecil. Ia mulai terganggu oleh kehadiran Rome-sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Emosi yang selama ini ia tekan perlahan muncul, meskipun ia berusaha keras menyangkalnya.
Mereka sering bekerja sama dalam misi berbahaya, termasuk transaksi senjata yang berujung baku tembak. Dalam situasi tersebut, Mhok terbukti sangat tajam dan selalu selangkah lebih maju, sementara Rome semakin kagum sekaligus penasaran.
Hubungan mereka berubah dari sekadar rekan menjadi sesuatu yang lebih rumit-penuh ketegangan, permainan psikologis, dan daya tarik yang tidak terucapkan.
Seiring berjalannya waktu:
Rome semakin terobsesi pada Mhok
Mhok mulai kehilangan kendali emosinya
Interaksi mereka menjadi semakin intens, berbahaya, dan personal
All Rights Reserved