Zarra cuma pengen hidup tenang, akting jadi karakter utama ga bikin hidupnya semulus yang ada di drama. Disaat yang lain terlihat mudah mendapat pasangan hidup, tidak dengan dirinya. Ironisnya, orang tua Zarra pun menuntut hal yang sama. Di saat kepalanya penuh tuntutan dan kebingungan usia dua puluhan, Zarra malah nekat menghubungi Yessa. Abang-abangan nyebelin, anak dari teman ibunya. Hingga datang saat dimana mereka sama-sama menyerah, soal pasangan hidup. Bukan karena cinta. Bukan juga karena yakin. Tapi karena dua orang yang sama-sama lagi capek dikejar ekspektasi. Disclaimer : Ini hanya cerita karangan fiksi, tidak ada hubungannya dengan dunia nyata. Be wise. Spread love, no hate.🪻
More details