Perempuan yang Tidak Pernah Selesai

Perempuan yang Tidak Pernah Selesai

  • WpView
    GELESEN 0
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Mo., März 30, 2026
Panggilan itu masuk untuk yang keempat kalinya saat aku akhirnya mematikan suara ponselku. Aku tidak perlu melihat layarnya. Aku sudah tahu siapa. Yang aneh bukan karena dia menelepon. Yang aneh...aku masih berharap dia berhenti. Hujan turun sejak sore. Bau tanah basah masuk dari jendela yang tidak pernah benar-benar kututup. Tirainya bergerak pelan, seperti ragu antara masuk atau pergi. Aku duduk di lantai, bersandar ke sisi tempat tidur. Lututku ditekuk, tangan memeluknya tanpa sadar. Ponsel itu bergetar lagi, kali ini tanpa suara. Layar menyala. Nama itu tetap sama. Tidak pernah berubah. Aku menatapnya cukup lama sampai mataku terasa perih. Aku bisa saja menjawab. Aku tahu apa yang akan dia katakan. Dan aku juga tahu bagaimana ini akan berakhir. Seperti sebelumnya. Selalu seperti itu. "Alera?" Suara dari luar kamar terdengar pelan. Aku tidak menjawab. Langkah kaki itu berhenti sebentar di depan pintu, lalu menjauh. Aku menatap celah kecil di bawah pintu, tempat cahaya dari luar masuk tipis. Dulu aku tidak pernah menutup pintu ini. Sekarang, bahkan celah sekecil itu terasa terlalu terbuka. Aku pernah percaya semua hal bisa diperbaiki. Selama kita cukup sabar. Selama kita cukup baik. Ternyata tidak. Ada hal-hal yang tetap rusak, tidak peduli seberapa sering kamu mencoba. Dan ada orang-orang yang...tetap kamu tunggu, meskipun kamu tahu mereka tidak akan pernah benar-benar tinggal. Ponselku berhenti bergetar. Tidak ada panggilan lagi. Seharusnya itu membuat semuanya lebih mudah. Tapi justru diamnya terasa lebih berat. Aku mengangkat ponsel itu, menatap layar yang sudah gelap. Jari-jariku sempat bergerak. Ingin membuka kembali. Tapi aku berhenti. Untuk pertama kalinya. Namaku Alera Viretta Kinasih. Dan ini bukan cerita tentang bagaimana aku belajar mencintai seseorang. Ini cerita tentang bagaimana aku akhirnya mengerti...bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti kamu harus bertahan.
Alle Rechte vorbehalten
#141
melodrama
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Be My Wife
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Villain Mother
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat
  • My Celestia [ON GOING]
  • Hello, KKN!
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

Sarah, mahasiswa semester akhir yang sedang jenuh mengerjakan skripsi, memilih pulang ke kampung halaman untuk hidup slow living dan sejenak healing dari hiruk pikuk kota Jakarta. Di tambah lagi Sakti, pacar 4 tahun nya itu ketahuan selingkuh dengan kakak sepupu Sarah, membuat Sarah rasanya hampir gila. "Sayang, aku gak cium Mirah. Dia yang cium aku" "Terus? aku yakin kamu juga menikmatinya kan?" Siapa yang mengira di liburan singkatnya ini Sarah akan bertemu dengan Haryo, bujang paling hot dengan tanah puluhan hektar yang menjadi incaran ibu-ibu untuk dijadikan calon mantu. "Dek geser dikit ya, bokong kamu nyenggol yang di bawah, kepala Mas jadi nyut-nyutan"

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien