Bloom Between Dreams

Bloom Between Dreams

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 28, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Evelyn Aruna tumbuh dengan dua mimpi yang berjalan berdampingan menjadi guru TK yang penuh kehangatan dan model yang percaya diri di depan kamera. Sejak kecil ia suka mengajar boneka-bonekanya dan diam-diam berpose di depan cermin. Namun, di balik senyumnya, ia sering diliputi keraguan tentang dirinya sendiri, terutama karena gigi depannya yang membuatnya merasa berbeda. Di antara malam-malam penuh pertanyaan dan pagi yang selalu memberinya harapan, Evelyn perlahan belajar melihat dirinya dengan cara yang lebih lembut hingga akhirnya ia menyadari bahwa mimpinya bukan untuk dipilih salah satu, melainkan untuk dijalani keduanya.
All Rights Reserved
#6
nevergiveup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Mission
  • REGAN's Crazy Wife (END)
  • Chana's Transmigrasi
  • Drama di Pintu Kosan
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • BACKSTREET

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines