Friends But love [HIATUS]

Friends But love [HIATUS]

  • WpView
    Reads 23,880
  • WpVote
    Votes 262
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2026
"⚠️WARNING⚠️: Cerita ini mengandung unsur hubungan sesama jenis (BxB). Mohon bijak dalam memilih bacaan sesuai dengan kenyamanan Anda jangan sampe salah lapak ya" Dalu selalu meyakinkan dirinya sendiri dengan kalimat itu setiap kali dia memeluk pinggang Keny di atas motor, atau saat dia tertidur pulas di bahu sahabatnya di bioskop yang gelap. Baginya, kenyamanan ini adalah hal yang wajar. Bukankah sahabat memang seharusnya saling menjaga? Namun bagi Keny, setiap sentuhan Dalu adalah debaran yang menyiksa. Di balik sikap tegasnya soal uang kos dan hemat, Keny menyimpan rahasia yang ia kunci rapat di dalam hati. Ia takut jika kata "cinta" terucap, ruang kos sempit yang mereka bagi takkan lagi terasa hangat, melainkan penuh dengan kecanggungan yang menghancurkan. Bisakah mereka tetap menjadi "sekadar teman" saat batas-batas itu kian mengabur di setiap pelukan sebelum tidur?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Halo, Kanael!
  • ELIAN ✓
  • ELION (bl)
  • Auto Save!
  • The Antagonist Hates Socializing [End]
  • Target Si Supir
  • 𝐓𝐞𝐦𝐞𝐧?
  • Trouble Maker
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • Lysander Lowell De Villiers

Kecelakaan tragis sembilan tahun lalu telah merenggut paksa dunia Kanael, hanya menyisakan raga yang tumbuh dengan jiwa yang terperangkap di usia balita. Bertahun-tahun Kanael hidup sebagai bayangan di rumahnya sendiri. Menjadi pelampiasan amarah yang tak berujung, dan dianggap tak lebih berharga dari sekadar beban. Di rumah itu, Kanael belajar bahwa keluarga adalah awal dari rasa sakit. Namun, saat Kanael pikir dunia benar-benar telah berakhir, ia justru menemukan rumah yang sesungguhnya. Tempat di mana Kanael tak perlu lagi meringkuk gemetar di kolong tempat tidur yang dingin dan kotor. Tempat di mana rasa sakitnya tak lagi harus ditanggung dalam diam. Sebab di sana, ada tangan-tangan hangat yang bersedia mendekap kerapuhannya. Kanael menemukan keluarga yang tak akan melepaskan genggamannya, meski dunia terasa terlalu bising. TW: child abuse, family trauma, PTSD/trauma response, family conflict, healing journey. [Start: 27 April 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines