Cinta dari Citra

Cinta dari Citra

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 19, 2026
Rama Aditya adalah sebuah anomali. Tampan dan jenius, namun menyandang reputasi sebagai cowok "gampangan" yang tak pernah menolak gadis mana pun. Baginya, mengatakan "iya" jauh lebih mudah daripada menghadapi drama penolakan yang melelahkan. Namun di balik wajah dinginnya, Rama menyimpan luka yang membusuk. Ia adalah bayangan yang dibuang, tumbuh besar dengan amarah yang membeku. Baginya, dunia sudah kiamat sejak lama. Ketenangan gelap itu terusik saat ia dipaksa menjadi guru les bagi siswi paling bermasalah: Citra Syakila Putri. Citra adalah segala hal yang Rama benci; berisik, pemberontak, dan terlalu banyak tertawa. Namun, saat dunia menjauh karena sikap apatis Rama, Citra justru tetap di sana. Ia tidak menuntut Rama berubah; ia hanya ada, membungkus perhatiannya dengan kebawelan yang perlahan terasa hangat. Rama mulai bernapas tanpa beban, merasa diterima bahkan dengan status "anak hasil pengkhianatan" yang menghantuinya. Kepingan hatinya mulai mencair, menyadari bahwa yang ia butuhkan bukan sekadar maaf dari masa lalu... ...melainkan ketulusan yang datang dari Cinta dari Citra. *** "Lo jangan jatuh cinta sama gue ya. Ribet nanti." "Gak akan," jawab Rama cepat. "Yakin?" "Yakin." Citra menyeringai. "Bagus. Soalnya gue males punya guru les yang tiba-tiba jadi posesif. Ntar tiap gue salah dikit lo bilang, 'kamu berubah ya sekarang?'" Rama langsung menatap tajam. "Ngaco." "Atau lebih parah-nilai gue jelek dikit lo bilang, 'kamu gak serius sama hubungan kita?'" Rama refleks ingin menjitaknya. Citra tertawa puas. "Tuh kan. Sensitif." Rama menghela napas panjang. ***
All Rights Reserved
#82
cowokcool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain's Mother
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • De Andere Weg (END)
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!

Ngintip doang nih? 😗 🔞 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines