REFLEKSI : Menggapai Warna

REFLEKSI : Menggapai Warna

  • WpView
    Reads 580
  • WpVote
    Votes 194
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 2, 2026
Dunianya pernah berwarna. ‎ ‎Dipenuhi tawa, kebersamaan, dan seseorang yang menjadi segalanya. ‎ ‎Namun waktu memisahkan mereka, meninggalkan satu pihak untuk bertahan di dunia yang perlahan kehilangan makna. ‎ ‎Ia hanya ingin menjadi cukup- ‎cukup untuk dilihat, cukup untuk dibanggakan, ‎cukup untuk menggantikan seseorang yang tak pernah bisa ia lupakan. ‎ ‎Ia terus menggapai, ‎tanpa menyadari bahwa yang ia kejar telah lama hilang. ‎ ‎Dan mungkin, warna itu tak akan pernah kembali.
All Rights Reserved
#167
teenfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Untuk Rumah
  • Crime and Past [bigyp]
  • KIDULT [ON GOING]
  • BE THE SONG
  • 7 PRINCES
  • BEDA DARAH | MERAH
  • HELL'S PARADISE | ON HOLD
  • St¡ll Eighteen
  • place to call home
  • Luka?. [END]

"Harapannya, gue bisa jadi rumah juga buat rumah gue." Harapnya... Untuk saling merengkuh sesama jiwa yang sunyi. Kenyang memakan sumpah serapah mengusung mati. Tidak diharapkan... Dilahirkan pun karena terpaksa. Dari benci muncul lah rasa sayang. Mereka hanya punya satu sama lain untuk saling merengkuh, membasuh air mata yang kian mengalir bersama darah. Meninggalkan jejak seperti memar. "Dari sunyi yang berisik... Dalam hati yang ringkih... Dekapku masih ada, menjadi rumah, untuk rumahku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines