Tasbih Rindu untukmu

Tasbih Rindu untukmu

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 29, 2026
hai aku rayya zahiya Aruminika, aku seorang pelajar di SMA Lentera Bangsa yang duduk dikelas 12. Aku mempunyai abang bernama Raka senja abhinaya , dia baru saja lulus tahun kemarin bersama Azain Dirga Aksara. Siapa itu? Azain Dirga Aksara, seorang anak laki-laki-laki yang pendiam dan jarang bergaul dengan orang lain. Walau begitu dia sangat berprestasi. Banyak prestasi yang dia dapatkan selama di SMA Lentera Bangsa ini. Rayya sangat kagum dengan kepintaran teman dari kakanya itu ,Dia diam-diam menyukai Zain walaupun Zain sendiri sudah tahu bahwa dia disukai oleh Rayya. Sekarang zain melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Baitul arsy yang terletak di jawa barat , itu berarti dia Dengan rayya tidak bisa saling tukar kabar dikarenakan pondoknya itu tidak memperbolehkan membawa hp. Terus? bagaimana mereka bisa dekat kembali? Penasaran kan? AYO BACA!! tolong dukung aku dengan cara votmen dan komentar yang positif ya guys , love u. ❌️ Dilarang keras copy cerita ini. Cerita ini murni dari isi pikiran author sendiri , ada bantuan dari chat gpt dan Google untuk membenarkan kalimat serta mencari ide-ide lainnya.
All Rights Reserved
#5
rayya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines