Hak Milik
  • WpView
    Reads 37,564
  • WpVote
    Votes 3,838
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 3, 2026
Bromance ⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️ Cerita ini mengandung konten dewasa & disturbing: - Kekerasan terhadap anak - Percobaan pembunuhan - Kekerasan fisik - Kekerasan verbal - Darah & deskripsi luka terbuka - Ableism: kebencian terhadap "ketidaksempurnaan" fisik "Aku sudah pernah mati sekali. Jadi, jangan berekspektasi terlalu tinggi" Hidup kembali untuk diperebutkan. Kematian Cakra Dirgahara menjadi awal dari semuanya. Terjebak dalam permainan kekuasaan, dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki obsesi gila padanya, dia harus bertahan dalam situasi dan dunia yang berbeda. Dengan kesempatan kedua, Cakra berusaha untuk mengambil kontrol atas hidupnya. Tapi setiap langkah yang ia ambil justru malah semakin membawanya masuk lebih dalam pada nafsu dan kekuasaan orang lain. "Jauhi kakakku. Kamu hanyalah hama menjijikan yang tidak pantas berada disekitarnya" "Mari kita lihat, siapa yang akan terbakar dalam permainan ini" "KAMU MILIK KAMI" *** HANYA ADA DI SINI DAN AKUN INI. KALO NEMU DITEMPAT LAIN, BERARTI PLAGIAT Tidak disarankan untuk pembaca di bawah 17 tahun, atau yang memiliki trauma terkait kekerasan keluarga/disabilitas. Semua gambar yang ada by pint
All Rights Reserved
#6
kesempatankedua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After the Fall
  • The Lost Cael
  • GALAKSI [HIATUS]
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • Halo Gus!!
  • Figuran Tanpa Peran [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • MUKTI AGUNG
  • The Girl Who Was Never Written
  • ARCHIO KENZO [ END ]

Zein Alastair Lucien Ashton. Ketika dia masih kecil dan masih belum mengerti apa-apa, seluruh anggota keluarganya pergi meninggalkan dia untuk membawa kakak keduanya yang saat itu sakit parah berobat ke luar negeri dan dia ditinggalkan bersama para pekerja di rumah besar keluarga mereka. Zein tumbuh tanpa figure keluarga, hanya dibesarkan oleh para pelayan. Dia anak baik dan ceria meskipun tumbuh tanpa keluarganya. Mereka pulang sekali dalam beberapa tahun dan setiap kepulangan mereka langsung disambut dengan baik oleh Zein, namun mereka berubah... Entah karena tak lagi merasa sayang karena sudah lama tak bersama ataukah karena ada sosok yang lebih butuh daripada Zein. Hingga akhirnya setelah sebelas tahun berlalu, si anak tengah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Mereka memutuskan untuk pulang, mengejutkan Zein dengan kepulangan mereka sambil membawa banyak sekali hadiah untuk si bungsu dan berbagai rencana kegiatan yang akan mereka lakukan. Namun hari itu, saat mereka tiba... Tidak ada sambutan, tidak ada pelukan. Suasana rumah besar itu sepi tanpa kehadiran Zein. Mereka bertanya-tanya, ke mana anak itu pergi? Namun para pelayan hanya mengatakan bahwa sang tuan muda tak pernah pulang dalam waktu beberapa bulan terakhir. Bukan karena dia kabur dari rumah, bukan karena dia pergi untuk kebebasan dalam kenakalannya. Tapi dia pergi karena 'Mentalnya' harus mendapatkan perawatan. Sebuah kejadian di suatu hari yang suram membuat Zein kehilangan kewarasannya hingga semua pelayan memutuskan untuk mengirimnya ke sebuah tempat yang bernama 'Rumah Sakit Jiwa.' Dan lebih dari semua itu, keluarganya tidak mengetahui apa pun selama ini. #1Trauma🥇 #1Mental🥇 #1Keluarga🥇 #1Zein🥇 #1Brothership🥇 #1Bungsu🥇 #1Adik🥇 Ditulis pada Senin, 19 Januari 2026- Dipublikasikan pada Senin, 16 Maret 2026-

More details
WpActionLinkContent Guidelines