We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hari Ini Semesta Bicara.

Hari Ini Semesta Bicara.

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 7, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Grief and Bereavement
Family Life
Abuse and Trauma
Kamu mungkin akan menganggap saya gila namun semua hal yang akan saya ceritakan di dalam buku ini bukan sekedar hayalan anak-anak. Sejak kecil, saya memiliki kemampuan yang aneh, dimana saya dapat mendengar suara lewat hembusan angin. Suara-suara itu bisa mengobrol, mengomel, bahkan tertawa kala cerita yang saya lontarkan menggelitik perut-nya. Suara itu, saya panggil dengan nama Semesta. Semesta tidak berbentuk orang, dia adalah semua hal yang ada di dunia ini. Bisa jadi pohon rindang, tumpukan batu bata di rumah, semen yang sedang di ayak, langit jingga kala matahari terbenam, atau bahkan sambaran petir yang hampir merusak lapangan bola. Di dalam buku ini, saya tidak menceritakan soal Semesta itu sendiri malah Semesta lah yang akan ikut duduk bersama saya, untuk bisa ikut andil menceritakan soal kisah-kisah yang terjadi di kehidupan saya ini.
All Rights Reserved
#26
ibudananak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • "Liburan" Bonus Suami
  • PROYEK SATU TAHUN
  • The Pinky Boy
  • (BL) Political Hostage Becomes the Emperor's Male Consort《质子为妃》
  • Ritual Rasa
  • Transmigrasi  Ren
  • Setelah Mama Menikah [END]
  • Auto Save! [END]
  • Trouble Maker[END]

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines