BROKEN SIBLING

BROKEN SIBLING

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 3, 2026
Menurut kembaran hazel ,hazel itu egois mengambil seluruh kasih sayang dan perhatian orangtuanya dan ternyata ketiga kakak laki-laki hazel pun mengatakan hal yang sama hazel hanyalah anak yang suka mencari perhatian orangtuanya,hazel mengambil seluruh kasih sayang yang seharusnya bisa disamaratakan untuk semua saudaranya. "Emang engga cukup kasih sayang mama papa sekarang kamu juga mau ambil kairav dari aku " "Lo bahagia tapi hasil ngrampas kebahagiaan orang lain" Tapi bukankan itu hanyalah kata mereka Benarkah hazel menikmati semuanya dengan bahagia? Benarkan hazel seegois itu? Ini karya kedua aku yaww after hiatus lama dari karya pertama aku Jangan lupa vote dan follow ya terimakasih
All Rights Reserved
#29
sakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • S Di Antara Dua N
  • SWITCH
  • Heir Without Blood
  • Force to Marry the Devil
  • Perfect Antagonist (end)
  • EXTRAORDINARY Figuran
  • Heyu : Second Gear
  • Putri Mafia Yang Diremehkan
  • The lion Sleeping (M/n x Killer Peter)
  • Transmigrasi : Alta Jayendra Bimantara [𝙏𝙚𝙧𝙗𝙞𝙩]

Dunia menyambut Navaro Azael Aryan dengan tangis haru dan sorak sorai. Lima menit kemudian, Nazino Azel Arian lahir, melengkapi kebahagiaan yang sudah meluap. Namun, takdir rupanya masih menyimpan kejutan di balik tirai. Lima belas menit berlalu, saat ruang persalinan hampir tenang, kontraksi hebat kembali datang. Lahir lah si bungsu, Savero Aziel Arthan. Alih-alih sorak sorai, keheningan yang canggung justru menyelimuti ruangan. Tatapan kedua orang tua mereka bukan lagi binar bahagia, melainkan keterkejutan yang sulit diartikan. Maklum saja, selama sembilan bulan pemeriksaan USG, dokter hanya menyatakan ada dua janin. Savero kecil rupanya sangat pandai bersembunyi di balik punggung kedua kakaknya, seolah ia memang sudah terbiasa mengalah sejak dalam kandungan. Perbedaan itu dimulai sejak detik pertama mereka menghirup udara dunia. Saat ketiganya menangis bersahutan, sang ibu langsung meminta suster membawakan Nazino ke pelukannya, sementara sang ayah sibuk menenangkan Navaro yang tampak gelisah. Lalu, bagaimana dengan Savero? Ia hanya menangis di dalam boks bayi, ditenangkan oleh usapan sarung tangan karet seorang suster yang merasa iba. Sejak saat itu, garis pembatas itu nyata adanya. Perbedaan itu bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan menjadi identitas yang melekat. Lihat saja namanya. Kedua kakaknya kompak menggunakan inisial N, sementara ia terlempar jauh ke abjad S. Kebiasaan dibedakan selama belasan tahun membentuk mental Savero menjadi baja. Ia bukan tipe remaja yang akan mengurung diri di kamar dan menangis hanya karena tidak dibelikan baju yang sama dengan kakak-kakaknya. Justru, Savero membangun dunianya sendiri dengan prinsip Anti Mainstream. Start : 8/3/2026 End : - Sampul by Ai

More details
WpActionLinkContent Guidelines