Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Before We Meet, I Wrote You

Before We Meet, I Wrote You

  • WpView
    Membaca 7
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mar 31, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Di dunia yang penuh lampu panggung, tepuk tangan, dan sorak penonton... ada satu hal kecil yang jarang orang tahu. Seorang idol bisa punya ribuan bahkan jutaan penggemar. Tapi... kadang seorang idol juga hanya menjadi penggemar dari satu orang saja. Seseorang yang bahkan tidak berdiri di atas panggung. Tidak bernyanyi. Tidak menari. Ia hanya duduk di depan layar... mengetik cerita dengan jari yang kadang gemetar karena gugup. Cerita tentang idol yang ia kagumi. Dan tanpa ia tahu... idol itu membaca semuanya. Diam-diam. Setiap malam. Menunggu update seperti penggemar biasa. DewTee Alternatif Univers
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan