Sturggle and Revenge (on going)

Sturggle and Revenge (on going)

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 13, 2026
"Galen, kamu harus nikahin dia dalam 3 tahun kedepan, saya akan tutup mulut jika tidak maka saya akan mengatakan yang sebenarnya alasan kalian menikah" "Ayah gila ya?!" Galen, seorang remaja yang sedari kecil hidupnya tidak pernah bahagia karena tekanan yang sangat keras dari dunia dan keluarganya sendiri. Dia harus berjuang, memendam, dan menahan rasa sakit itu sendirian tanpa dukungan. Ia juga sosok remaja yang lembut mandiri, dan kuat tetapi terkadang ia sangat lelah akan keadaan. Tetapi, ia bertemu sosok perempuan yang senantiasa mewarnai hari harinya di sela permasalahan yang ada. Dia tampak sangat bahagia bersamanya karena bisa bertukar cerita, melampiaskan rasa lelahnya. Perempuan itu bernama Aileen, yang sangat berharga bagi kehidupan Galen. Namun, di balik itu semua masalah terus menerus terjadi, bukan hanya Galen yang terseret tetapi juga Aileen. Masalah semakin membesar dan mereka berjuang mati matian agar masalah itu selesai. Akankah mereka berdua bisa berjuang hingga akhir?
Creative Commons (CC) Attribution
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines