Dokter Ciara

Dokter Ciara

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 11, 2026
Ciara Alexa Damon " Dokter Cia, pasien _- pasien atas Nama Tuan Arkan dia dia sudah siuman dan memanggil Anda ke ruangan nya segara! " ujar suster bername tag Saras Apriani ngos ngosan ke Dokter Ciara. " Tuan Arkan, baik saya segera ke ruangan terimakasih suster! " ujar Dokter Ciara pergi meninggalkan suster Saras. TOk TOk TOkk " Syukur lah, Anda berhasil melewati masa Kristis saya akan cek kesahatan anda Tuan! ujar Dokter Ciara memulai memeriksa kondisi Pasien nya. " sejauh ini, Tekanan Jantung Anda mulai setabil ini Mukjizat Tuhan Anda benar sangat hebat! " puji Dokter Ciara. " Kau bisa saja, Ini ada campur tangan mu juga berkat dirimu aku sembuh dengan baik terimakasih dokter! " jawab Tuan Arkan dan Ciara menjawab " sudah tugas Saya Memastikan keselamatan pasien semampu saya , berkat Tuhan pula Anda baik baik saja. " Saya Perlu Handphone, untuk mengabari Cucu saya Apa dokter bisa membawa handphone untuk saya? " tanya ke dokter Ciara. " Tentu biar ku bantu, Tuan Arkan! " ujar Dokter Ciara dirinya berjalan ke meja makan untuk mengambil handphone pasien dan memberikan nya ke Tuan Arkan. " Hai cucuku, segera ke Rumah Sakit Medika kakek mu membutuhkan mu! " ujarnya dengan tegas dan menutup sambungan telepon meberikan handphone kepada Dokter Ciara . " terimakasih dokter! " ucap Tuan Arkan " sama sama, Anda memerlukan istirahat cukup saya pergi dulu permisi Tuan! " jawab Dokter Ciara pergi meninggalkan Tuan Arkan sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines