Bullet man.

Bullet man.

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 29, 2026
Dia dulu bagian dari satu kelompok, lalu terlempar ke kelompok lain. Dunia yang dia kenal selalu berubah sekutu bisa menjadi musuh, aturan besi bisa runtuh dalam sekejap. Setiap langkahnya dipenuhi ketidakpastian. Awalnya, dia hanyalah seorang sniper terlatih, dingin, dan efisien. Nyawa manusia baginya hanyalah angka dalam misi, target yang harus dihitung dan dihancurkan. Tapi waktu dan pengalaman perlahan menorehkan sesuatu yang berbeda. Mata yang dulu hanya fokus pada bidikan kini mulai melihat wajah, melihat rasa takut, dan melihat kehidupan yang rapuh. Dia memilih jalan lain. Menjadi sniper lagi, tapi kali ini bukan untuk membantai, melainkan untuk melindungi. Menjaga desa-desa kecil, menyelamatkan warga yang tak tahu cara menghadapi perang. Setiap pelatuk senapannya kini berarti kesempatan bagi seseorang untuk tetap hidup, bukan kematian. Penjelasan karakter,nama,latar akan [dijelaskan seiring berjalannya cerita,jadi tetap membaca untuk mengikuti alur].
All Rights Reserved
#48
kesadaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • S Di Antara Dua N
  • Kang Parkir Naik Kasta
  • Heir Without Blood
  • Transmigration Young Master Jay's Wife (END)
  • Heyu : Second Gear
  • Figuran: Change Destiny of The Antagonist (tersedia pdf)
  • Cinta Liar Sesaat
  • SWITCH
  • Help, I'm a Zombie!
  • Perfect Antagonist (end)

Dunia menyambut Navaro Azael Aryan dengan tangis haru dan sorak sorai. Lima menit kemudian, Nazino Azel Arian lahir, melengkapi kebahagiaan yang sudah meluap. Namun, takdir rupanya masih menyimpan kejutan di balik tirai. Lima belas menit berlalu, saat ruang persalinan hampir tenang, kontraksi hebat kembali datang. Lahir lah si bungsu, Savero Aziel Arthan. Alih-alih sorak sorai, keheningan yang canggung justru menyelimuti ruangan. Tatapan kedua orang tua mereka bukan lagi binar bahagia, melainkan keterkejutan yang sulit diartikan. Maklum saja, selama sembilan bulan pemeriksaan USG, dokter hanya menyatakan ada dua janin. Savero kecil rupanya sangat pandai bersembunyi di balik punggung kedua kakaknya, seolah ia memang sudah terbiasa mengalah sejak dalam kandungan. Perbedaan itu dimulai sejak detik pertama mereka menghirup udara dunia. Saat ketiganya menangis bersahutan, sang ibu langsung meminta suster membawakan Nazino ke pelukannya, sementara sang ayah sibuk menenangkan Navaro yang tampak gelisah. Lalu, bagaimana dengan Savero? Ia hanya menangis di dalam boks bayi, ditenangkan oleh usapan sarung tangan karet seorang suster yang merasa iba. Sejak saat itu, garis pembatas itu nyata adanya. Perbedaan itu bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan menjadi identitas yang melekat. Lihat saja namanya. Kedua kakaknya kompak menggunakan inisial N, sementara ia terlempar jauh ke abjad S. Kebiasaan dibedakan selama belasan tahun membentuk mental Savero menjadi baja. Ia bukan tipe remaja yang akan mengurung diri di kamar dan menangis hanya karena tidak dibelikan baju yang sama dengan kakak-kakaknya. Justru, Savero membangun dunianya sendiri dengan prinsip Anti Mainstream. Start : 8/3/2026 End : - Sampul by Ai

More details
WpActionLinkContent Guidelines