Cold Script & Rebel Heart

Cold Script & Rebel Heart

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Mar 30, 2026
> "Mending gue naksir tiang listrik daripada sama si kulkas satu itu!" > Bagi Anetsya, hidup di SMA itu simpel: berteman dengan siapa saja, tertawa bareng Stella, dan sebisa mungkin menjauh dari radius tiga meter Andreas. Si ketua OSIS yang bicaranya seirit saldo tanggal tua, tapi tatapannya sedingin kutub utara. > Andreas tidak sendirian. Ada Darren yang hobi menjahili Stella sampai emosi, dan Leo yang ketampanannya sering terhalang oleh otaknya yang slow-respons. Mereka bertiga adalah penguasa sekolah yang hanya perlu bicara dua kalimat untuk membuat satu lapangan baper. > Tapi tidak bagi Anetsya. Baginya, Andreas hanyalah robot tanpa perasaan yang terlalu sombong untuk disebut manusia. > Masalahnya, semesta punya selera humor yang aneh. Sebuah insiden tidak sengaja membuat Anetsya harus berurusan langsung dengan Andreas. Dari adu mulut yang pedas, rahasia yang terungkap, sampai momen-momen "amit-amit" yang pelan-pelan berubah jadi... "aduh, kok baper?" > Apakah benteng "Kulkas 2 Pintu" Andreas akan runtuh oleh tawa Anetsya? Ataukah Anetsya yang akhirnya harus menjilat ludah sendiri? > "Jangan terlalu benci, Netsya. Nanti pas sayang, gue nggak tanggung jawab." - Andreas. >
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Story Of Janeta 2
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines