Ephemeral?

Ephemeral?

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 30, 2026
Kala segala rasa tak lagi bisa diungkapkan. Bahkan pada akhirnya, tiap manusia adalah milik tuhannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NITI WADAH: Sang Titisan Barong
  • Tsundere Maniak Susu
  • Save the Antagonist
  • PERIHELION
  • I'm Not Just a Figuran
  • After the Fall
  • The Lost Cael
  • De Andere Weg
  • Halo Gus!!
  • GALAKSI

Di setiap putaran reinkarnasi, hanya sang raksasalah yang mengingat semuanya. Ia rela membelah dan memotong bagian tubuhnya, rela melepas manifestasi emosinya, serta rela mencongkel jantungnya sendiri agar sang belahan jiwa bisa bereinkarnasi kembali. ​Terhitung sudah seratus kali reinkarnasi, dan seratus kali pula mereka gagal melakukan penyatuan. Mereka akan terus terjebak dalam putaran reinkarnasi tiada akhir sampai penyatuan itu dapat dilakukan. ​"Nimas, Mustikaning Ragaku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines