Aa & Eneng

Aa & Eneng

  • WpView
    Reads 322
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2026
Menurut Awan, sahabat tidak selalu berbentuk manusia. Sesuatu berkaki dua, berkaki empat, berkaki seribu, bahkan yang hanya memiliki ekor pun bisa menjadi sahabat. Langit, kuda bersurai coklat, adalah salah satu yang Awan anggap lebih dari sekadar sahabat setelah ayam, kambing, ikan, dan bebek peliharaannya. Namun kehidupan menyenangkan itu perlahan terusik ketika seorang gadis dengan kuda putih muncul di lintasan balap. "Celaka! Posisi kita bisa tergeser, Langit," desis Awan saat sosok itu meluncur mendahului. Sorak sorai penonton memecah udara ketika Awan dan Langit mulai tertinggal dari posisi pertama. "Berani-beraninya dia merebut posisi kita. Ayo, Langit! Kita rebut kembali! YAAA!" Semakin sering mereka bertemu, persaingan itu berubah menjadi kedekatan yang tak disangka. Rival baru di lintasan itu perlahan mengusik pikirannya.
All Rights Reserved
#743
hewan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jodoh dikejar deadline
  • Hello, Daddy!
  • Salah Sasaran, Pak Dosen! [END]
  • Cute Secretary
  • Mr & Mrs Right
  • BERTAHAN ATAU HANCUR (END)
  • Bukan Untukmu
  • Love Coffe's
  • Married Love (S)Theory
  • Just POV (Selesai)

Zara, seorang wanita karir yang sukses, tapi jodohnya masih misterius. Setiap kali keluar rumah, tetangganya selalu bertanya, "Kapan nikah?" membuat Zara ingin kabur. Orang tuanya juga tidak kalah, mereka terus menerus mendesaknya untuk menikah sebelum adiknya, Darren, yang sudah bertunangan. Bekerja di sebuah biro jodoh tidak membuatnya menemukan jodoh, malah membuatnya merasa semakin terjebak. Suatu hari, Gaffi-musuhnya saat sekolah, datang ke biro jodoh tempat Zara bekerja dengan wajah santai. Tapi, alih-alih meminta saran untuk mendapatkan jodoh, Gaffi justru menawarkan sebuah pernikahan padanya. "Lo aja yang menikah sama gue, gimana?" katanya dengan senyum nakal, sambil memainkan jari-jari di atas meja. Zara terkejut, tapi di sisi lain, ia juga merasa ini bisa jadi solusi untuk mengakhiri teror orang tua dan tetangganya. Tapi, menikah dengan Gaffi? Apakah ia siap untuk terjun ke dalam permainan yang tidak terduga ini? No plagiat!!! Cerita murni hasil imajinasi saya sendiri, kalau ada persamaan, itu karena unsur ketidaksengajaan. Cover by 'canva'

More details
WpActionLinkContent Guidelines