Kita Dilangit Yang Berbeda

Kita Dilangit Yang Berbeda

  • WpView
    Reads 1,481
  • WpVote
    Votes 324
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 25, 2026
Mereka tidak pernah salah saat saling mencintai. Yang salah hanya dunia yang tidak pernah berpihak pada mereka. Mereka tidak butuh waktu lama untuk merasa dekat. Tidak butuh alasan besar untuk saling bertahan. Karena sejak awal, mereka tahu yang mereka miliki bukan sekadar perasaan biasa. Tapi cinta yang terasa terlalu besar untuk dilepaskan. Perbedaan yang dulu terlihat sepele, berubah menjadi batas yang tak bisa ditembus.Keluarga, keyakinan, dan masa depan memaksa mereka memilih bertahan dan kehilangan segalanya, atau melepaskan dan kehilangan satu sama lain. Dan pada akhirnya, mereka harus menerima satu hal yang paling menyakitkan, bahwa tidak semua cinta ditakdirkan untuk saling memiliki. Karena beberapa cinta tidak berakhir dengan kebahagiaan, melainkan dengan kenangan yang tidak akan pernah bisa dilupakan. Selamat berkelana untuk mencari rasa yang sejujurnya, boleh jalan yang jauh, asal jangan lupa pulang.
All Rights Reserved
#139
fattah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Behind the Love Between Us
  • High School Chaos
  • Entwined in a Cruel Destiny (MORA)
  • SERENITY [fattzar] -rest
  • Istriku Masih Bocil SMA
  • "Sparks Between Silence"
  • Posesif (fatzar)
  • HATE BUT LOVE (fatzar/fatnic)
  • Ballerina in the Forest 🩰┃FATZAR/FATROSE

"GUE SUKA SAMA LO, SERA" Langkah kaki Sera seketika berhenti. Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang, entah karena kaget atau hal lain. la menoleh sedikit ke belakang, menatap siluet Langit dari kejauhan. Angin malam berembus pelan, namun cukup menusuk kulit. Keira mempercepat langkahnya menyusuri jalan setapak taman yang remang-remang. Ia hanya ingin pulang. Ia ingin melupakan malam ini, melupakan air mata yang baru saja ia hapus paksa, dan terutama, melupakan sosok di belakangnya. "Gue suka sama lo, Keira." Langkah Keira terhenti seketika. Hening. Hanya suara jangkrik dan deru napasnya sendiri yang terdengar memburu. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena debaran manis seperti di novel romansa, melainkan karena rasa sesak yang menghimpit dada. Gadis itu tidak berbalik. Ia terpaku menatap kegelapan di depannya, enggan mempertemukan maniknya dengan manik mata Javier. Ia tidak sanggup. Jika ia berbalik, pertahanannya akan runtuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines