Ticket to Heaven [Fanfiction]
Setelah kehilangan orang tuanya di usia muda, Tanrank menghabiskan hampir seluruh hidupnya di seminari yang tenang, berpegang teguh pada iman dan ketaatan sebagai cara untuk mengatasi kesedihan-dengan bimbingan Pastor Nathaniel dan harapan bahwa, melalui Tuhan, suatu hari nanti ia akan bersatu kembali dengan keluarganya di surga.
Namun segalanya mulai berubah ketika Barth tiba.
Dingin, jauh, dan dengan tegas menolak agama, Barth tidak hanya menantang kepercayaan Tanrank-ia juga menggoyahkan sesuatu yang lebih dalam. Apa yang dimulai sebagai bimbingan yang enggan segera berubah menjadi persahabatan yang rumit, dan dengan setiap percakapan, setiap tatapan diam, Tanrank mulai mempertanyakan bukan hanya jalannya menuju surga, tetapi juga fondasi siapa dirinya dan apa yang dia yakini.
Saat emosi semakin kusut dan garis antara iman dan perasaan mulai kabur, Tanrank mendapati dirinya berada di persimpangan jalan antara dunia yang selalu ia kenal dan satu orang yang membuatnya ingin meninggalkan semuanya.