XXL (On Going)
Ada orang yang lahir untuk menciptakan aturan, dan ada orang yang lahir hanya untuk merobeknya. Sean dan Flourend adalah anomali yang tidak seharusnya berada dalam satu frekuensi. Sean adalah wujud manusia yang tertib, dingin, disiplin, dan selalu selangkah lebih maju dengan logika tajamnya. Sementara Flourend adalah badai yang dibungkus paras cantik yang bebas aturan, pembangkang, dan lebih memilih bermain daripada belajar.
Hubungan mereka bukan sekadar sahabat kecil biasa. Mereka tumbuh di bawah atap yang sama, berbagi rahasia yang tak diketahui dunia, namun terpisah oleh jurang yang mereka gali sendiri sejak usia enam tahun. Sebuah janji bermain yang dikhianati oleh tumpukan buku pelajaran menjadi sumbu awal dari perang dingin yang tak pernah padam. Flourend membenci kekakuan Sean, dan Sean membenci cara Flourend merusak dirinya sendiri.
Sejak saat itu, setiap ucapan Sean adalah perintah yang ingin dilanggar Flourend, dan setiap ulah Flourend adalah kekacauan yang harus diredam Sean. Mereka terus bertengkar tentang hal-hal kecil hanya untuk menutupi satu alasan besar yang tak pernah selesai dibahas. Bagi Flourend, Sean adalah pengingat bahwa "aturan" itu membosankan. Bagi Sean, Flourend adalah satu-satunya variabel dalam hidupnya yang tidak pernah bisa ia pecahkan dengan rumus apa pun.
Sean adalah presisi, dan Flourend adalah anarki. Mereka terus bertarung seolah dunia ini hanya milik mereka berdua, tanpa menyadari bahwa garis finis sudah menanti dengan sebuah kejutan yang kejam. Ini bukan sekadar cerita tentang si ambis dan si pemalas yang saling bersahabat. Ini tentang dua manusia yang sedang berjudi melawan takdir, bahwa sedalam apa pun mereka menyelami hati satu sama lain, mereka ditakdirkan untuk tetap menjadi asing di hadapan semesta yang menuntut arah yang berbeda.
Dua ego besar, satu ruang yang sempit (XXL)