Delapan tahun lalu, Nadia pergi tanpa menoleh, meninggalkan janji dan seseorang yang tak pernah benar-benar ia lupakan. Kini, di balik meja rapat dan layar presentasi, ia kembali dipertemukan dengan Elan pria yang dulu pernah ia cintai diam-diam, dan yang kini menatapnya seperti orang asing. Waktu mengubah banyak hal, kecuali luka yang belum sempat sembuh dan kata-kata yang tak pernah terucap. Di antara profesionalisme yang dipaksakan dan kenangan yang membayangi, keduanya terjebak dalam permainan hati yang tak lagi sederhana. Apakah cinta yang terabaikan bisa hidup kembali? Atau mereka hanya kembali untuk menyakiti satu sama lain sekali lagi?
More details