Zero Gravity

Zero Gravity

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 3, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Hyunsik adalah seorang ilmuwan yang hidupnya dikendalikan oleh angka, logika, dan dinding laboratorium yang dingin. Baginya, segala sesuatu di alam semesta punya penjelasan masuk akal-sampai sebuah objek asing jatuh dan menghancurkan ketenangan hidupnya. Dia bukan manusia, bukan meteor, dan jelas bukan sesuatu yang bisa dijelaskan oleh buku teks mana pun. Dengan sepasang tanduk kecil yang mengintimidasi dan aura dominan yang menyesakkan napas, Lex adalah anomali paling berbahaya yang pernah Hyunsik temui. Pertemuan mereka adalah tabrakan dua dunia yang seharusnya tidak pernah bersinggungan. Saat hukum fisika mulai memudar dan logika Hyunsik tidak lagi berguna di hadapan tatapan Lex, hanya ada satu kondisi yang tersisa: Zero Gravity.
All Rights Reserved
#48
zayyan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines