Obsidian Heart [End]

Obsidian Heart [End]

  • WpView
    Reads 122,541
  • WpVote
    Votes 4,438
  • WpPart
    Parts 75
WpMetadataReadMatureComplete Sun, May 24, 2026
⚠️ Mengandung unsur dewasa & konten seksual, khusus 18+ Jakarta bukan hanya kota besar tapi tempat yang terasa asing dan menakutkan bagi gadis desa berusia dua puluh tahun itu datang dengan hati penuh harap, ingin membantu orang tuanya dan membayar kuliahnya sendiri. Dengan sifatnya yang polos, lembut, dan belum mengenal kerasnya dunia, Selina hanya ingin hidup sederhana. Namun semuanya berubah... sejak pertemuan pertama itu. Di jalan sepi yang tak ia kenal, Selina tanpa sengaja terlibat dalam masalah dengan seorang pria berbahaya, Nalenzo. Pria dingin, kasar, dan penuh kuasa yang hidup dibalik kemewahan rumah tempat Ibunya bekerja. Hanya karena keberanian kecilnya yang sebenarnya dilandasi rasa takut, Selina justru terjebak dalam permainan Nalenzo. ___________________________________ Start: 15 April 2026 Finished: 23 Mei 2026 ___________________________________ HASHTAG RANKING (23/05/2026) #1 in pembantu #1 in dangerouslove #1 in mafia story #1 in secretmission #1 in loveandbetrayal #3 in asisten #4 in obsessive #4 in darkobsession #6 in kejam #28 in adult
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • De Andere Weg (END)
  • The Villain's Mother
  • Almost Married (END)
  • Chasing Sanara
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines