kisah tentang sebuah ego yang menuntut tumbal, dan sebuah ketulusan yang berakhir di lantai yang berdarah. Di bawah temaram lampu kota Seoul, Sing merajut sisa napasnya yang terbakar kanker demi menghidupi sang adik, Leo, yang justru menukar darah kakaknya dengan taruhan cinta yang semu. Di sudut lain, Zayyan terjebak dalam perangkap kepolosan palsu, menggenggam tangan yang salah sementara jiwanya tertinggal pada pria pucat di ujung apotek. Sebuah balada tentang cinta yang terlambat terjaga, takdir yang bersilang dalam dinginnya ruang ICU, dan detak jantung yang perlahan menghitung mundur menuju sunyi.
More details