Aku pernah jatuh cinta pada seseorang yang bahkan tidak pernah benar-benar hadir dalam hidupku.
Tidak ada hubungan yang bisa dijelaskan.
Tidak ada cerita yang benar-benar terjadi.
Namun sangat membekas dan memberikan pelajaran yang dalam.
Mungkin baginya bukan apa-apa
Tapi bagiku itu sangat berarti.
Dia hadir seperti cahaya
menerangi bagian dalam diriku yang selama ini gelap dan tak tersentuh.
Membuatku merasa dilihat, dipahami, dan... pulang.
Aku mengaguminya.
Aku memaknainya.
Bahkan aku pernah percaya, bahwa dia adalah jawaban
sebuah "ikatan jiwa" yang dikirim untukku.
Tapi semakin aku tenggelam dalam rasa itu,
semakin aku kehilangan diriku sendiri.
Di balik semua rasa,
ternyata tersembunyi luka lama yang belum pernah sembuh
luka tentang ingin dicintai, ingin dihargai, dan ingin dilihat.
Perjalanan ini membawaku pada banyak hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya
tentang ilusi yang pernah kusebut "twin flame",
tentang pola luka yang terus berulang,
tentang pertemuan yang penuh pelajaran,
tentang hubungan yang ternyata karmic, bahkan dengan ibuku sendiri,
hingga malam gelap jiwa yang memaksaku menghadapi diriku sendiri.
Di tengah semua itu,
aku menemukan bahwa penyembuhan tidak datang dari sosok yang aku kagumi...
melainkan dari dalam diriku sendiri.
Melalui peranku sebagai seorang ibu,
melalui pernikahanku yang ternyata menjadi cermin,
dan melalui perjalanan spiritual yang perlahan membawaku kembali
aku mulai memahami satu hal
bahwa semua rasa yang pernah kuanggap tentang dia...
sebenarnya adalah panggilan untuk pulang.
Buku ini bukan hanya tentang cinta yang tak tersampaikan.
Bukan hanya tentang kehilangan yang tidak pernah benar-benar terjadi.
Ini adalah tentang
menyadari luka
memutus pola lama
menyembuhkan inner child
dan kembali kepada diri... serta kepada Allah
Karena pada akhirnya,
setiap jiwa... selalu punya jalan untuk pulang.
All Rights Reserved