The Phoenix Once Roamed [END]

The Phoenix Once Roamed [END]

  • WpView
    Reads 1,457
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 31, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
[CERPEN TERJEMAHAN] Judul: The Phoenix Once Roamed Author: 朝露何枯 Di masa mudaku, untuk menyelamatkan putra mahkota, aku menjadi seorang putri yang gila, yang hanya tahu cara mengikutinya setiap hari. Suatu kali saya kehilangan kendali atas kandung kemih saya di depan umum, yang membuatnya sangat malu. Putra mahkota tidak pernah menunjukkan rasa jijik kepadaku di depan umum, tetapi secara pribadi, dia mencengkeram pergelangan tanganku, penuh amarah. Suatu hari di sebuah jamuan makan di istana, kaisar ingin menikahkan saya dan bertanya pemuda mana yang saya sukai. Rahang putra mahkota menegang. Semua orang mengira aku akan melamarnya. Siapa sangka aku akan melewati putra mahkota, sambil menunjuk ke Tuan Changguang yang mengenakan pakaian ungu, "Aku ingin menikah dengannya." Ah-Man, meskipun gila, hanya memiliki satu keinginan tulus.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mulih (END)
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • EINSTEIN [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino
  • Sweetly Tied

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

More details
WpActionLinkContent Guidelines