Right Person, Better Time

Right Person, Better Time

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 2, 2026
Di usia tujuh belas, Keyva Oceanne Eirene percaya bahwa cinta yang tepat akan terasa mudah. Dan bersama Regan Vernandes, semuanya memang terasa seperti itu. Ringan, hangat, dan penuh hal-hal kecil yang diam-diam berarti besar. Regan tidak banyak bicara, tapi selalu ada. Keyva tidak menuntut banyak, hanya ingin ditemani. Sampai suatu hari, semuanya berubah. Kesibukan Regan perlahan menggantikan kehadirannya. Sementara Keyva, yang terbiasa merasa dipilih, mulai merasa sendirian... bahkan saat masih bersama. Tidak ada orang ketiga. Tidak ada kebencian. Hanya dua orang yang sama-sama lelah, dan terlalu diam untuk saling memahami. Mereka berpisah, bukan karena tidak saling cinta. Tapi karena cinta saja ... tidak cukup. Waktu membawa mereka ke versi diri yang berbeda. Lebih kuat. Lebih mengerti. Lebih siap. Dan ketika takdir mempertemukan mereka kembali, cinta itu masih ada. Tidak pernah benar-benar pergi. Kali ini, bukan tentang siapa yang benar atau salah. Tapi tentang satu pilihan sederhana yang dulu gagal mereka lakukan: memilih satu sama lain, setiap hari, meski tidak sempurna. "Not perfect, but always choosing each other." -Right Person, Better Time.
All Rights Reserved
#11
keyva
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gravarenzo Kairos Ferdezeus. Meski berwajah datar pemuda tampan yang menjabat sebagai Ketua geng DrakeZeus itu memiliki pembawaan yang tenang. Namun justru ketenangan itulah yang menjadi sumber ketakutan terbesar bagi banyak orang, membuat siapa pun berpikir dua kali untuk berani mengusiknya. Tapi tidak bagi perempuan yang satu ini. Alih-alih gentar untuk mendekat, ia justru menerobos. Meski sadar bahwa perasaan cintanya kerap berakhir dengan penolakan, ia tak pernah memilih untuk menyerah. Hingga akhirnya, sebuah kesempatan hadir, membuka awal baru yang tak pernah disangka oleh keduanya....

More details
WpActionLinkContent Guidelines