Perfect Villain  (END)

Perfect Villain (END)

  • WpView
    Reads 1,447
  • WpVote
    Votes 249
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Sep 1, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Survival
Crime
Psychological
Gabriella Vance adalah gadis yang tumbuh dengan seribu luka yang tidak pernah sembuh. Setelah ditinggalkan kedua orang tua kandungnya, ia hanya memiliki Ibu angkat yang perlahan mulai pikun, Daniel - pemuda idealis calon hakim yang mencintainya dengan segala batas prinsipnya - dan Riky, kakak tirinya yang selalu ada di saat nyawanya benar-benar di ujung tanduk. Terjebak dalam ketakutan yang tidak bisa ia ceritakan pada siapa pun, Gabriella perlahan berubah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Babysitter, Bung
  • XAVIER : The Silent Guardian
  • AVISENA
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • Stuck Between The Pags
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • Bukan Sembarang Figuran

"Aku ingin kau menjaga putraku... dan teman-temannya." Naraska mengernyit. Kata-kata itu terasa janggal di telinganya. Di seberang meja kerja, Rajendra C. Lysander duduk tegak, menatapnya lurus sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di permukaan kayu. "Aku tahu ini terdengar aneh," suara Rajendra berat, sarat kelelahan. Di tangannya, selembar kertas bisnis terjepit tanpa benar-benar ia baca. "Tapi aku akan pergi selama tiga bulan untuk perjalanan bisnis. Jadi aku membutuhkan bantuanmu." Naraska menarik napas. "Aku tidak keberatan, Paman. Tapi... mengapa harus aku? Mereka sudah mahasiswa. Bukankah mereka bisa menjaga diri mereka sendiri?" Rajendra terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Tatapannya beralih ke luar jendela, seolah mencari jawaban pada langit senja di balik kaca. "Putraku dan teman-temannya telah tinggal di rumahku selama 5 bulan," ucapnya pelan. "Mereka tengah bersiap untuk mengikuti pertandingan Battle of the Bosses. Karena mereka meminta cuti, jadwal belajar mereka bersama pengajarnya semakin padat." Naraska menautkan alis. "Kalau begitu, mengapa aku perlu mengawasi mereka? Bukankah guru itu cukup?" Mata Rajendra kembali beralih padanya, kali ini tajam dan penuh arti. "Itulah," katanya singkat. "Yang ku ingin kau awasi"

More details
WpActionLinkContent Guidelines