GO AND RETURN

GO AND RETURN

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 7, 2026
Kepindahan Bern dari Australia ke Indonesia,membuat ia mendapatkan banyak hal baru.Lingkungan tempat tinggalnya,rumah,teman-teman hingga kebiasaan orang-orang disekitarnya,membuat Bern dapat beradaptasi dengan cepat. Kehidupan yang ia kira akan begitu buruk,setelah Ayah dan Ibunya berpisah,ternyata tidak seburuk yang ia bayangkan.Orang-orang yang bertemu dengannya,justru lebih memperhatikan dirinya yang memang berbeda namun terlihat menarik. Tetapi,walaupun ia disukai banyak orang dan dikenali dengan baik,ternyata Bern justru cukup tersganggu oleh rasa penasarannya pada tetangga didepan rumahnya. Bagaimana rasa penasaran Bern bisa terjawab? Tapi setelah rasa penasarannya terjawab,justru Bern mendapatkan hal yang menyakitkan. ___ NEXT TO THE STORY📝📌 Coba baca beberapa BAB dulu yah🤏🏻 Kalo gak seru lanjut 👉🏻 Kalo seru..BABAY👋🏻 SAMPAI JUMPA DI: Go And Return
All Rights Reserved
#199
sahabat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love After Hate
  • Setelah Mama Menikah
  • Monokrom [ End ✓ ]
  • MY EX-RIVAL
  • Flutterby (Segera Terbit)
  • Kondangan Mantan
  • Shaken by Her
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Little Prince
  • Diary Transmigrasi Budak Koporat / BL - BXB

Axel membenci Levi lebih dari apa pun. Baginya, Levi adalah alasan kenapa adiknya meninggal. Sejak hari itu, hidup Axel berubah berantakan. Amarah, dendam, dan rasa kehilangan membuatnya terus hidup hanya untuk menyalahkan satu orang: Levi. Dan anehnya, Levi tidak pernah membela diri. Cowok itu tetap diam dengan wajah tenang yang justru semakin membuat Axel muak. Tidak peduli sekeras apa Axel mendorong, menghina, atau melukai dirinya dengan kata-kata tajam, Levi selalu memilih menahan semuanya sendiri. Sampai perlahan, Axel mulai sadar... Ada sesuatu yang disembunyikan Levi. Tatapan kosongnya. Tangan yang sering bergetar diam-diam. Luka-luka yang tidak pernah terlihat orang lain. Dan fakta bahwa Levi ternyata menyimpan trauma yang jauh lebih dalam daripada yang Axel bayangkan. Semakin dekat Axel pada kebenaran, semakin besar rasa takut yang muncul di dalam dirinya. Karena jika Levi bukan pembunuh adiknya... Berarti selama ini Axel telah membenci orang yang salah. Dan mungkin, tanpa sadar, juga menghancurkan seseorang yang sebenarnya sama hancurnya dengan dirinya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines