Unclaimed Blood

Unclaimed Blood

  • WpView
    Leituras 75
  • WpVote
    Votos 20
  • WpPart
    Capítulos 17
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, abr 30, 2026
Aldy dikenal sebagai siswa pintar dengan masa depan yang cerah. Tapi tidak ada yang tahu- bahwa di balik prestasinya, ia menyimpan sesuatu yang jauh lebih gelap. Ia tidak percaya pada cinta. Tidak percaya pada keluarga. Dan tidak pernah benar-benar peduli pada siapa pun. Sampai semuanya berubah... ketika hidupnya dipaksa berantakan. Dikeluarkan dari sekolah. Dibuang oleh ayahnya sendiri. Dan dipindahkan ke sebuah sekolah elit penuh kekuasaan- tempat di mana nama "Assegaf" berarti segalanya. Di sana, Aldy harus berhadapan dengan: orang-orang yang lebih berbahaya dari yang ia kira, rahasia keluarga yang perlahan terungkap, dan seseorang... yang mulai melihat sisi dirinya yang paling gelap. Namun yang paling berbahaya- bukanlah musuh-musuhnya. Melainkan dirinya sendiri. Karena di dalam diri Aldy... ada seseorang lain yang perlahan mengambil alih. Dan ketika itu terjadi- tidak ada yang bisa menghentikannya. Slow update, but worth the wait. ✨
Todos os Direitos Reservados
#8
bullying
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • BIANGLALA
  • Martabak || Hood ✔
  • Ayo Balikan
  • [GHS#1] Mylan
  • 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮 𝗡𝗲𝗶𝗿𝗮
  • ♡Vampire Flowers "You're Mine"♡[✔]
  • Mengenal Lebih Jauh Tentang Wattpad
  • Apa yang abadi? (TERBIT)
  • WRONG HOPE
  • ZASTRA
BIANGLALA

Larasati kembali menapakkan kaki di sini. Ditemani semburat jingga yang perlahan memudar dan pelangi sisa hujan, maniknya menatap jauh ke seberang sungai, tempat cahaya berputar lembut di permukaannya. Ia telah kembali. Ke kota yang pernah menyaksikan dirinya bertumbuh, ke tanah yang dulu menampung mimpi-mimpinya, ke sebuah 'rumah' yang perlahan kehilangan wujud dan maknanya. Hidup, baginya, berputar seperti bianglala-kadang di puncak, kadang di dasar; penuh warna, namun tak selalu indah. Dan bagi Rinai Larasati, perjalanan pulang bukan untuk menemukan rumah, melainkan untuk memahami bahwa warna yang paling sejati; tumbuh dari dalam dirinya sendiri.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo