Lucid dream (Vol1 End)

Lucid dream (Vol1 End)

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 3, 2026
Ada orang yang tidur untuk beristirahat. Ada juga orang yang tidur untuk melarikan diri. Seilara termasuk yang kedua. Seilara tidak pernah benar-benar menyukai dunia nyata. Bukan karena dunia ini buruk... tapi karena hidupnya terasa seperti cerita yang ditulis dengan terlalu banyak luka. Rumah yang dulu penuh suara tawa kini hanya dipenuhi suara pintu yang dibanting. Orang tuanya bercerai dua tahun lalu. Sejak itu rumah terasa seperti bangunan kosong yang kebetulan masih dihuni manusia. Ibunya jarang bicara. Ayahnya bahkan jarang pulang. Dan Seilara... belajar diam. Di sekolah, orang-orang mengenalnya sebagai gadis yang aneh. Bukan karena dia melakukan sesuatu yang salah. Tapi karena dia selalu terlihat seperti tidak benar-benar berada di sana. Tatapannya sering kosong. Seperti seseorang yang sedang melihat dunia lain. Mungkin... memang begitu. Awalnya semua itu tidak sengaja. Suatu malam, Seilara tertidur sambil memikirkan satu hal sederhana. "Kalau aku bisa bikin dunia sendiri... pasti aku bikin dunia yang lebih baik dari ini." Lalu dia bermimpi. Di mimpi itu, dia berdiri di tengah padang rumput luas dengan langit berwarna ungu keemasan. Anginnya hangat. Rumputnya bergerak pelan seperti laut hijau. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya... Seilara sadar. "Ini mimpi." Tapi dia tidak bangun. Dia tetap berdiri di sana. Dan tiba-tiba dia menyadari sesuatu yang aneh. Ketika dia mengangkat tangannya... Langit berubah warna. Ketika dia berpikir tentang bunga... Ribuan bunga muncul di sekelilingnya. Saat itulah Seilara menemukan sesuatu yang akan mengubah hidupnya. ( Lucid dream ) Kemampuan untuk sadar dan mengendalikan mimpi. Awalnya itu terasa seperti keajaiban. Setiap malam, Seilara pergi ke dunia yang ia buat sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Duke'S Red String
  • Sera, in Another Beginning
  • A Family of Villains
  • ATEYA
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • SERAPHINA : I'am The Villainess, So What?
  • hae-boyp
  • When The Villain Called Me Mother
  • Transmigration : children of a tyrannical emperor (BL)
  • Transmigration of Lady Antagonist

Leya menghabiskan hidupnya melihat benang merah milik orang lain, tanpa pernah melihat miliknya sendiri. Hingga maut datang menjemput. Di bawah reruntuhan perpustakaan yang lumat oleh gempa, jari kelingking Leya tiba-tiba menyala. Di detik-detik terakhir napasnya, ia melihat benang itu terhubung pada seorang pemuda dengan wajah bersimbah darah. Namun, sebelum ia sempat meraihnya, kegelapan merenggut segalanya. Maut seharusnya menjadi akhir, tapi Leya justru terbangun sebagai anak rahasia di kediaman seorang bangsawan yang dingin di dunia yang asing. Dan ujung benang merah itu kini bertaut pada sosok yang paling seharusnya ia hindari. Sosok yang bisa menghancurkan hidup barunya dalam sekejap. Jika benang merah takdir konon tak pernah salah, lalu mengapa Leya merasa takdir sedang berusaha membunuhnya untuk kedua kali? ©April, 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines