We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
DON'T RUN : Season 1

DON'T RUN : Season 1

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 13, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Jarak lima tahun di antara kita tidak membuatku menjadi pecundang yang bisa kamu remehkan, Adara. Di dunia ini, umur hanyalah angka, tapi kekuasaanku adalah mutlak." Bagi Adara Michelle Putri (23), Nathaniel Javas Ravindra hanyalah anomali. Seorang pemuda delapan belas tahun dengan tatapan sedingin es yang seharusnya fokus pada ujian sekolah, bukan malah terobsesi pada mahasiswi tingkat akhir sepertinya. Namun, Adara salah besar. Nathaniel Javas Ravindra (18) bukan remaja biasa. Di balik seragam sekolahnya yang berantakan, tersimpan jiwa predator yang haus akan kepemilikan. Javas tidak meminta cinta; ia menuntut ketundukan. Ia tidak merayu; ia mengurung. Saat Adara mencoba berlari untuk menyelamatkan masa depannya, ia justru terjatuh ke dalam sangkar emas yang dibangun Javas dengan darah dan uang. Sebuah obsesi gelap yang mengaburkan batas antara gairah dan siksaan. Di apartemen lantai paling atas itu, suara rintihan Adara dan makian kasar Javas menjadi melodi setiap malam. Adara terperangkap dalam pilihan yang mustahil: Menyerah pada sentuhan monster muda itu, atau hancur di bawah kakinya. "Lari, Sayang. Lari sejauh yang kamu bisa. Karena saat aku menangkapmu nanti, aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa berdiri lagi untuk mencoba pergi." BUKAN GENRE ROMANTIS YANG MANIS, HARAP BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines