Mencari Surga Di Tengah Badai

Mencari Surga Di Tengah Badai

  • WpView
    MGA BUMASA 2
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Apr 1, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Gelmara Jenaka, pemuda yang mewarnai setiap detik hidupnya dengan canda tawa, seperti sinar matahari yang tak pernah redup. Matanya berbinar cerah, penuh semangat, seolah tak ada ruang untuk kata "kalah". Tapi, badai datang tanpa aba-aba. Oteosarkoma, diagnosis pahit di usia 15 tahun, mengubah semuanya dalam sekejap. Mimpi menjadi pemain basket handal, hancur seketika saat keputusan berat diambil: kehilangan satu kaki demi nyawa. Dunia terasa runtuh saat Jenaka tau dia akan cacat seumur hidup, tapi Jenaka tak ingin menyerah. Di tengah kesakitan fisik dan mental yang tak terkira, ia terus mencari, mempertanyakan, "Dimana surga miliknya?" Dengan setiap langkah berat yang kini dia lalui, ia berjuang menemukan makna, menemukan cahaya di ujung lorong gelap, menemukan surga di tengah badai yang tak henti menerjang. Disinilah kisah Jenaka dimulai, "Mencari surga ditengah badai."
All Rights Reserved
#410
sick
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman