The Life I Lost

The Life I Lost

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 8, 2026
Ia kehilangan satu tahun hidupnya. Atau mungkin... justru di sanalah ia benar-benar hidup. Setelah kecelakaan yang membuatnya koma, ia terbangun tanpa ingatan-tanpa tahu siapa dirinya, dan tanpa tahu bahwa ia pernah menginginkan hidup ini. Dunia yang ia jalani sekarang terasa asing, dingin, dan penuh orang-orang yang mengaku sebagai keluarganya. Namun yang paling menghantui bukanlah kehilangan itu- melainkan ingatan tentang kehidupan lain yang masih terasa nyata. Sebuah kehidupan di mana ia dicintai. Sebuah kehidupan yang telah merenggut segalanya darinya... sekali lagi. Saat perlahan ia menyusun kembali potongan hidupnya, rahasia tentang masa lalu keluarganya mulai terungkap-tentang perpisahan, pilihan, dan seseorang yang tidak pernah benar-benar memilihnya. Dan di saat yang sama, seseorang dari dunia nyata mulai mendekat-membawa perasaan baru yang perlahan mengganggu batas antara mimpi dan kenyataan. Karena mungkin... yang ia rindukan bukan hanya kehidupan yang hilang. Tapi juga dirinya yang pernah ada di sana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LCB : Bullshit!
  • REMEMBER YOU
  • 𝘵𝘩𝘦 𝘵𝘳𝘶𝘦 𝘭𝘰𝘷𝘦 𝘴𝘵𝘰𝘳𝘺
  • Morgan Story
  • BEHIND THE STORY OF SARADA(END)
  • The Wrong Change
  • I Became the girlfriend of an Antagonist [END]
  • EVE
  • Fate's Second Chance
  • Jurisprudence Of Shadows

"Lo nggak tuli mendadak 'kan?" Cowok tadi memastikan lagi, kalau cewek di hadapannya ini dengar dan menerima keputusannya. Cewek tadi menoleh, itu pun dengan sorot mata amat datar. "Putus?" "Ya." Yang terjadi selanjutnya, bogeman kasar menghantam tepat di wajah. Belum satu detik, cowok tadi bernapas atau bersiap menahan serangan dan melakukan perlawanan, lebih dulu terkena tinjuan di dagu, lalu sikutan amat kencang di bagian uluh hati, dan terakhir tendangan telak di dagu lagi, hingga merembet ke wajah. Cowok tadi tersungkur, terbatuk darah. Si pelaku penyerangan-cewek yang belum berapa detik diputuskan olehnya, hanya melirik datar. "Oke," jawabnya begitu santai, meninggalkan mantan kekasihnya tersungkur. Cowok tadi dilanda keterkejutan, cewek yang selama ini dianggap lemah dan feminin, amat tertutup. Mendadak bengis dan brutal. "Love? Cih! Bullshit!" © AzazilLucie 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines