Resonansi
Ian adalah sebuah paradoks.
Di atas panggung, dia adalah vokalis band nu-metal yang meneriakkan kritik sosial. Di balik layar, dia adalah mantan santri yang meramu lirik cadas dari kitab-kitab klasik ulama. Di ruang kuliah Kimia, dia cuma mahasiswa yang ingin lulus tenang demi janji pada Ibu dan almarhum ayahnya.
Namun, tenang adalah hal mustahil di UIJ, kampusnya.
Terseret arus politik kampus, Ian dipaksa menjadi simbol perlawanan kaum moderat melawan dominasi kelompok puritan. Di saat yang sama, idealismenya di musik diuji oleh tawaran industri yang menggiurkan namun mematikan.
Di antara tatapan diam-diam Zahra-aktivis dakwah yang memendam rasa-dan kehadiran Sisca yang yang membuatnya lupa menundukkan pandangan, Ian perlahan kehilangan kendali. Hingga akhirnya, sebuah skandal meletus dan meruntuhkan segalanya.
Ketika frekuensi musik, politik, dan asmara bertabrakan, apakah Ian akan menemukan resonansinya sendiri? Atau justru hancur lebur di tengah kebisingan?