BABY ELVIAN

BABY ELVIAN

  • WpView
    Reads 184
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 9, 2026
Hanya tentang Elvian seorang remaja berasal dari panti asuhan yang selalu berkhayal memiliki orang tua kaya raya. "Coba kalian bayangin! Tiba-tiba ada CEO yang dateng terus bilang kalo dia itu daddy gue." "Khayalan lo itu mulu, gak pernah berubah!" Tapi, apa yang terjadi ketika khayalannya jadi kenyataan? Seorang CEO yang mengaku sebagai ayahnya muncul, dan Elvian harus meninggalkan kebebasannya di dunia malam. Keluarga barunya yang elegan dan sempurna, tapi apakah mereka bisa menerima anak nakal seperti Elvian? Sanggupkah dia merelakan semuanya demi kasih sayang dan penerimaan yang tak pernah dia rasakan? Kalo bisa keduanya kenapa harus pilih salah satu 🐾 ~Baby Elvian~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMBILU ARUNIKA
  • bungsu
  • Kenan Vemana
  • Zie
  • Gemerisik Badai (End)
  • Alsean [End]
  • Gilang Antariksa A. [End]
  • ARU  [Slow Up]
  • HIDDEN  [Ryuga]
  • Dirgantara

Ikbal selalu merasa hidupnya seperti kaca. Tak boleh retak. Tak boleh tergores. Tak boleh jatuh. Sejak kecil, dunia di sekelilingnya terasa terlalu hati-hati. Tangannya pernah ditepis saat mencoba ikut bermain sepak bola. Lututnya dibersihkan dengan panik hanya karena lecet kecil. Makanannya ditetapkan, jadwal hidupnya diatur. Tubuhnya dijaga seperti sesuatu yang mahal, atau mungkin rapuh. Ia mengira itu adalah cinta. Arlo dan Luna selalu tersenyum padanya dengan mata yang lelah. Putri, kakaknya selalu menggenggam tangannya terlalu lama, seolah takut kehilangan. Rumah mereka dipenuhi suara mesin medis dan doa-doa yang diucapkan pelan saat malam. Ikbal tumbuh dengan satu keyakinan sederhana, ia adalah anak yang beruntung karena masih sehat. Sampai suatu malam, saat hujan mengetuk jendela kamarnya seperti ingin membocorkan rahasia, ia menemukan map cokelat tersembunyi di laci yang tak pernah boleh ia buka. Di sana tertulis namanya. Disertai istilah-istilah medis yang dingin. Tapi, terdengar seperti perencanaan. Ia membaca ulang satu kalimat yang membuat dadanya terasa kosong, "Tujuan konsepsi, donor yang kompatibel." Untuk pertama kalinya, Ikbal tidak merasa seperti anak kesayangan lagi. Ia kini merasa seperti jawaban atas sebuah masalah. Dan yang paling menyakitkan bukanlah kenyataan bahwa ia diciptakan untuk menyelamatkan kakaknya. Melainkan kesadaran perlahan bahwa semua larangan, semua perhatian, semua pelukan, mungkin bukan untuk melindunginya. Melainkan untuk menjaga agar ia tetap utuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines