AMPERA
  • WpView
    Reads 281
  • WpVote
    Votes 132
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 4, 2026
Di SMA Negeri 17, Beni belajar teori kelangkaan. Di dasar Sungai Musi yang amis solar, ia menjalaninya. Demi menebus modul sekolah dan menjaga martabat yang hampir karam, Beni bertaruh nyawa menyelam mencari besi tua di antara arus yang pekat. Namun, saat rumah rakitnya terancam penggusuran dan cahaya di mata Mak Inggit perlahan padam, Beni terjepit: Mencuri kabel proyek demi uang cepat, atau tetap memeluk harga diri yang tak bisa mengenyangkan perut. Di sungai ini, emas Sriwijaya hanyalah dongeng. Yang nyata hanyalah pilihan yang berdarah. Karena di arus Musi, satu-satunya hal yang tidak boleh tenggelam adalah harga diri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saya Ayam Saya Diam
  • My Intel Boy (sudah terbit)
  • Rewind (END) Wish Series #1
  • Serba-Serbi Kepenulisan
  • Manipulasi Rasa & Enigma Rasa
  • Dasar-Dasar Bahasa Indonesia
  • UNKNOWING
  • Diantara Langit Dua Negeri (On Going)
  • CRAZY DETEKTIF ( R€√i§i )
  • Mantra Coffee Classic

Bagi Justin, Marpoah adalah ayam betina paling menggoda di seluruh semesta dengan bulu putih nan lebat yang selalu sukses membuatnya jatuh cinta. Sedangkan bagi Marpoah, Justin hanyalah ayam jantan narsis bin tidak jelas yang suka mengganggu tanpa tahu waktu. Mereka tidak punya hubungan pasti, tapi Justin selalu muncul tiba-tiba ketika Marpoah berdekatan dengan Junaidi. Berulang kali Marpoah mengusirnya, berulang kali juga Justin kembali membuat kegaduhan. Semakin keras Marpoah menolak, semakin keras pula Justin bertindak. Akan tetapi, perasaan Justin tidak pernah terluka akibat penolakan sang betina. Karena Justin hanya hancur ketika melihat Tuannya disiksa atas kesalahan yang tidak pernah pemuda itu lakukan. Zidan dituduh sebagai pembunuh oleh orang tuanya sendiri. Tidak ada hari tanpa siksaan hingga dia nyaris mati. Orang tuanya tidak pernah tahu jika tindakan mereka membuat arwah Ridan tidak bisa pulang ke tempat seharusnya dengan tenang. Hingga mau tidak mau, arwah itu gentayangan demi menyelamatkan nyawa Zidan. #Adegan kekerasan. Harap bijak memilih bacaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines