DUYUNG [ARSYA]
Di kedalaman laut, di mana cahaya menembus air seperti doa yang tak pernah selesai, Kerajaan Laut Selatan dan Kerajaan Laut Utara hidup dalam keseimbangan yang rapuh.
Tasya, putri duyung dari Kerajaan Selatan, tumbuh di tengah ketenangan istana yang indah namun penuh aturan. Ia memiliki kepekaan aneh terhadap perubahan laut-perasaan yang sering ia abaikan, sampai hari ketika arus mulai bergerak tanpa sebab.
Di sisi lain laut, Arbil, putra mahkota Kerajaan Utara, merasakan hal serupa. Naluri yang menuntunnya pada pertemuan tak terduga, sekaligus pada kebangkitan ancaman lama yang seharusnya telah terkubur di palung terdalam.
Soimah, seorang siren yang pernah diasingkan, kembali membawa nyanyian yang mampu memecah kehendak dan keseimbangan laut. Tanpa memilih pihak, ia menanam benih kekacauan-menghadapkan kerajaan pada ketakutan lama, dan memaksa utara serta selatan berdiri dalam satu ruang yang sama.
Di tengah ancaman, kepercayaan diuji, batas wilayah memudar, dan takdir mulai bergerak pelan. Karena ketika laut berubah, tidak ada yang benar-benar bisa bersembunyi-termasuk mereka yang terlahir untuk memimpinnya.
Dan ketenangan... hanyalah awal dari segalanya.