SILVER ROSE BLOOMS AGAIN | XINGQIU
Cerita ini merupakan cerita lanjutan sekaligus buku kedua dari cerita sebelumnya yang berjudul BLOOD AND SILVER ROSE.
....
Hujan turun rintik-rintik di atas atap seng kontrakan tua. Lampu neon di kamar kecil itu berkedip-kedip, hampir mati. Seorang pemuda dengan rambut pirang kusut duduk di lantai, bersandar pada tempat tidur sempit, membaca buku pinjaman dari perpustakaan.
Kipuka menghela napas, memandangi hujan di luar jendela. Ada rasa aneh di dadanya malam ini-rindu yang tidak jelas pada sesuatu. Ia memegangi dadanya, mencoba memahami perasaan itu.
Ia tidak tahu bahwa di ujung lain kota, di sebuah mansion megah, seorang pria berambut silver sedang duduk di samping makam pualam, menatap foto seorang elf dengan mata hijau zamrud.
"250 tahun, Kaizer," bisik Eliot. "Kapan aku bisa bertemu lagi denganmu?"
Angin berhembus, membawa aroma mawar perak.
Dan di langit malam, sebuah bintang jatuh melintas.
Takdir mulai bergerak.
.....
Di era di mana gedung pencakar langit menyentuh awan dan teknologi mengalahkan sihir, cinta sejati tidak pernah benar-benar mati. Ia hanya menunggu waktu untuk mekar kembali.
Dan ketika mawar perak di taman kuno itu mekar setelah 250 tahun...
...takdir mempertemukan kembali dua jiwa yang terpisah.
PERINGATAN: Cerita ini mengandung konten dewasa (18+). MPREG, Omegaverse, adegan eksplisit, angst, hurt/no comfort (sementara), modern world, reincarnation. Baca dengan bijak.
Karakter terinspirasi dari pasangan bl china yaitu Eliot dan Kipuka (Xingqiu). I love them huaaaa!!!